Nanti, entah kapan?
Dalam pertemuan di titik kisah yang berjalan seiring desau angin tak ingin lagi berteman sunyi
Dalam pertemuan di titik kisah yang berjalan seiring desau angin tak ingin lagi berteman sunyi
Nanti, asa meminang nyata hingga pucuk bunga yang diam mekar dengan apa adanya
dan bila nanti sesederhananya cinta buat ku bahagia, janganlah lepaskan genggaman erat tangan ini hingga
waktu menua
dalam doa ada harapan
dalam doa ada penantian
By: nayfa
As posted on www.MobineSSia.com
No comments:
Post a Comment