who created us?
who is jesus(pbuh)?
who is muhammed(pbuh)?
why bible reedit?
what is our mission?
By: searak
As posted on www.MobineSSia.com
We are mobile community portal which run on your PC, Mobile Phones, PDA etc. Get new friends, chatting, sharing your own stories, photos etc. directly from your mobile phones. --- Kami adalah situs komunitas blogger mobile yg dpt diakses dari PC, Ponsel, PDA dll. Wadah memperoleh kenalan baru, chatting, berbagi kisah, foto dll melalui Ponsel.
By: searak
As posted on www.MobineSSia.com
By: nayfa
As posted on www.MobineSSia.com
Tapi,
Bukankah dia terang
bukan untukmu saja?
Jadi kenapa kau berusaha bertutur kata pada setiap pancaran matamu ?
Sungguh, isyarat keluhmu itu tak akan pernah tersampaikan..
By: nayfa
As posted on www.MobineSSia.com
By: mingagussramlan
As posted on www.MobineSSia.com
Mungkin itulah masalahnya, yang tanpa di sadari hari harinya berlalu seperti kereta kehilangan roda dan kuda, sangat disayangkan sekali mengapa dia selemah itu.
Apakah terlalu gersang jalan mu?
terlalu beku akal mu?
Ataukah telah redup hati mu?
Sungguh, berlari seorang diri menggenggam harapan dan kenangan ternyata hanya membuatnya tersungkur saja..
#mata angin
By: nayfa
As posted on www.MobineSSia.com
By: nayfa
As posted on www.MobineSSia.com
Hufh,,, seperti ada anti pati didalam diriku.
semakin difikirkan semakin gak suka.
aahh.... kok aku jd ikut2an aneh yah? *keplak2*
By: laut
As posted on www.MobineSSia.com
"Kita terlalu tropis untuk menemukan musim yang lain selain penghujan dan kemarau" katamu dulu mengejek imajinasiku.
Ah... tapi bukankah semi tak mesti harus memiliki musim sendiri? Toh tropis-nya kita masih memiliki toleransi tuk membiarkan kita menemukan semi.
Seperti ketika mei hua menyemarakkan laman kita yang sudah lama kerontang.
"Hey, Mey,,, kau terlalu menyukai mei hua? bukankah lebih baik kalau kau terlalu menyukai aku?" Kau tertawa terbahak - bahak melihatku menggerutu.
Kau selalu mengejekku, menertawakan cerita - ceritaku, menganggapku bodoh menyebut bulan mei adalah musim semi-ku.
tapi kau juga betah berlama - lama menemaniku membicarakan ilusi pada laman mei hua-ku.
Kau siap menopang kerapuhanku, seperti kau juga siap memukul pecah anganku yang kau anggap bisa semakin merapuhkan aku.
Mei hua adalah kenangan tentang kamu, sahabat.
tiga musim yang lalu adalah musim terakhir kita mencandai mei hua - mei hua itu...
Kau sudah punya kehidupan sendiri yang terlepas dari igauan tentang musim semi yang kutularkan.
yah... kita pernah memiliki sebelas musim tempat kita bertukar cerita, aku dengan mei hua -ku, kamu dengan petualanganmu.
Sebelas musim itu seperti hilang tak berbekas ketika kamu tiba - tiba berkemas.
Katamu, kau ingin menjemput mimpi... Mewujudkan apa itu masa depan yang nyata. Menantang matahari, menegadahi hujan - hujan,
dan
....Melupakan mei hua dengan kebodohan musim seminya.
Aku masih bisa melihatmu sahabatku, meski dari sudut jauh yang tak terlihat.
Aku menyayangimu sebagai sahabat baik yang takdirkan Tuhan tuk singgah pada lingkar kehidupanku.
Sesungguhnya, musim - musim dimana kau menemani aku duduk diam dilaman itu menekuri mei hua adalah musim semi yang kulihat dimataku.
Kini, aku masih dilamanku,
Tapi tak ada lagi mei hua yang tumbuh, pohonnya sudah lama meranggas. Tapi aku masih percaya bahwa musim semi akan kembali singgahi aku....
Meski mei hua sudah tak mekar lagi,
meski kamu sahabat yang telah menjauhkan diri.
Meski kita terlalu tropis tuk menemukan musim selain kemarau dan penghujan, seperti yang kau katakan.
....
(Belajar menulis fiksi)
By: zelika
As posted on www.MobineSSia.com
Bila aku pernah menggoreskan siluet kekecewaan kepada hatimu,
bila aku pernah tanpa kusadari lepas dari kendali hati.
Juga
Maafkan aku karna pernah mencari bayangnya didalam dirimu
Maafkan aku karna pernah mencoba menghidupkan dirinya didalam dirimu
Sungguh maafkan aku untuk itu, itu adalah kesalahan terbesar yang kuperbuat tanpa setaumu.
Sungguh tak kan lagi sekali pun kulakukan kebodohan semacam itu.
Dia adalah masalalu, yang mengajarkan bahwa tak semua keinginan dan mimpi bisa diwujudkan. selalu ada sesuatu yang bernama takdir. Sesuatu yang digariskan Tuhan untuk kita, manusia, agar mengibarkan bendera putih untuk tidak melawan takdir. Dan kau? Kau adalah yang mengajarkan bahwa mimpi selalu bisa untuk diperjuangkan,
bahwa selalu ada jalan untuk meraih masa depan,
Selama kita, manusia, masih bernafas,
selama kita, manusia, masih memiliki keinginan untuk menjadikan hidup sebagai bagian dari kebahagiaan.
Semua hal masih mungkin. Takdir adalah sebuah hasil akhir dari usaha manusia itu sendiri. Maaf bila pernah meragukanmu,
Meski sayapku sebelah dan kau juga sama,
meski ada yang mengatakan bahwa semua hal tentang kita hanyalah pelarian,
sungguh bilapun benar bahwa kau sedang melarikan hati
Namun aku rela
ya Rela...
By: laut
As posted on www.MobineSSia.com